Ads 468x60px

http://1.bp.blogspot.com?-ss3vhDSkBpg/TvLOwDmUHxI/AAAAAAAAG9s/rxQCRvFleoY/s1600/top.png

Selasa, 23 Oktober 2012

5 Kejadian Memalukan Ketika Siaran Live di TV

Siran langsung atau live merupakan siaran yang langsung ditayangkan tampa diedit terlebih dahulu, sehinga apa yang disarkan akan langsung di lihat jutan penonton tv. Nah berikut ini ada beberapa kejadian memalukan ketika siaran tv berlangsung ingin tahu apa aja itu simak 5 Kejadian Memalukan Ketika Siaran Live di TV berikut ini seperti dikutip dari detik.com.

1. Presenter Dilempari Telur dan Yoghurt

Apes! Kejadian tidak mengenakkan dialami seorang penyiar berita televisi di Yunani. Pria ini dilempari telur dan yoghurt saat memandu acara bincang-bincang secara langsung. Pelemparan ini dilakukan oleh segerombolan pendemo anti-Nazi yang berhasil merangsek masuk ke dalam studio.
Sang penyiar berita, Panagiotis Vourhas, tengah mewawancarai seorang narasumber dalam acara siaran langsung pada Jumat (6/4) malam waktu setempat. Namun tiba-tiba sekitar 17 orang yang mengenakan masker menyusup masuk ke dalam studio televisi Epiros TV dan membombadir Vourhas dengan yoghurt dan telur.
Dibombardir tiada henti, Vourhas pun hanya bisa berdiri dan membelakangi kamera sembari membersihkan pecahan telur dan sisa yoghurt yang menempel pada jasnya. Sedangkan sang narasumber yang tidak disebutkan namanya berhasil kabur dan meninggalkan studio. Sembari melempari Vourhas, para pendemo tersebut meneriakkan slogan anti-fasis. Usut punya usut, ternyata aksi protes mereka berkaitan dengan wawancara yang dilakukan Vourhas dengan juru bicara Partai Golden Dawn (Fajar Emas) yang mendukung neo-Nazi pada minggu lalu.
“Kami diserang dengan telur dan yoghurt karena menurut mereka, kami telah mengundang perwakilan Golden Dawn ke acara bincang-bincang kami, Kamis lalu,” terang Vourhas kepada pemirsa Epirors TV beberapa saat setelah insiden pelemparan tersebut, seperti dilansir oleh mirror.co.uk, Senin (9/4/2012).
Golden Dawn dikenal sebagai organisasi anti-imigran yang memiliki target untuk meraih 5 persen suara dalam pemilu yang digelar bulan depan

2. Ditampar Lawan Debat

Seorang anggota parlemen Yunani diburu polisi setelah terlibat percekcokan dan baku hantam dengan 2 politisi wanita. Dalam acara debat yang disiarkan langsung di televisi, pria berusia 31 tahun ini menampar seorang politisi wanita dan melemparkan segelas air ke arah politisi wanita lainnya. Insiden itu terjadi ketika Ilias Kasidiaris (31) yang berasal dari Partai Fajar Emas (Golden Dawn), menghadiri talk show pagi di sebuah stasiun televisi setempat. Hadir pula politisi wanita Rena Dourou dari Partai Syriza, yang merupakan rival politiknya, juga politisi Liana Kanelli yang merupakan Wakil Ketua Partai Komunis.
Saat perdebatan berlangsung seperti diberitakan news.com.au, Jumat (8/6/2012), Kasidiaris yang merasa tersinggung dengan komentar Rena, tiba-tiba menyerang politisi wanita tersebut. Rena mengomentari persidangan kasus Kasidiaris yang ditunda dan menuding Partai Golden Dawn justru membawa Yunani kembali ke masa lalu, tepatnya 500 tahun yang lalu. Kasidiaris berdiri dari kursinya dan melempar segelas air yang ada di depannya ke arah Rena. Melihat aksi kekerasan ini, politisi wanita lainnya, Liana yang duduk di sebelah Kasidiaris ikut berdiri dan meneriakinya sembari melemparkan koran ke arahnya.
Kasidiaris yang mantan anggota militer ini kian naik pitam dan melampiaskan amarahnya kepada Liana. Dia menampar wajah Liana sebanyak 3 kali berturut-turut, sementara Liana berusaha melindungi dirinya. Sang pembawa acara Giorgos Papadakis berusaha melerai sembari berteriak ‘Jangan!’. Namun sayang, upayanya gagal karena Papadakis kalah cepat dengan serangan Kasidiaris. Pasca insiden ini, Kasidiaris pun terpaksa dikunci di dalam salah satu studio televisi tersebut. Tapi dia berhasil merusak kuncinya dan kemudian kabur keluar. Pihak kepolisian telah mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Kasidiaris.
Kejaksaan setempat memerintahkan polisi untuk memburunya dan menahannya atas pidana penyerangan terhadap orang lain hingga luka-luka. Atas perbuatannya ini, Kasidiaris terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara atau hukuman denda. Kasidiaris yang merupakan juru bicara Partai Golden Dawn ini memang dikenal sangat vokal dalam menentang isu-isu yang menyudutkan partainya. Secara terpisah, pihak partai membela Kasidiaris dengan menyatakan pria tersebut telah diprovokasi hingga berujung pada kekerasan terhadap kedua politisi wanita itu.
Diketahui bahwa saat ini, Kasidiaris tengah menghadapi kasus persekongkolan dalam perampokan bersenjata pada tahun 2007 silam, yang menewaskan seorang mahasiswa. Dalam persidangan, Kasidiaris telah membantah seluruh dakwaan. Persidangan kasus ini ditunda sementara hingga 11 Juni mendatang. Aksi pemukulan dalam acara debat yang disiarkan langsung ini juga memicu demonstrasi ribuan warga Yunani, menentang Partai Golden Dawn.

3. Jari Tengah Penyiar Rusia

Seorang penyiar berita di stasiun televisi terkemuka Rusia mengagetkan para pemirsa saat siaran langsung. Ketika membacakan berita soal konferensi APEC, penyiar wanita itu mengacungkan jari tengahnya saat menyebut nama Presiden AS Barack Obama. Atas perbuatannya itu, Tatyana Limanova yang pernah meraih penghargaan televisi bergengsi Rusia, TEFI tersebut, dipecat oleh stasiun televisi tempatnya bekerja, REN TV.
Menurut sumber di stasiun TV swasta tersebut, Limanova langsung dipecat di hari kejadian itu. Pemecatan wanita itu dikonfirmasi oleh pihak REN TV pada Kamis, 24 November 2011 waktu setempat setelah sejumlah media Rusia ramai memberitakannya. Menurut REN TV, saat kejadian itu, Limanova sebenarnya mengacungkan jari tengahnya untuk kru kamera di depannya. Wanita itu tidak tahu kalau saat itu dia masih terus direkam. “Manajemen REN TV menganggap ini pelanggaran berat atas disiplin siaran langsung dan ketidakprofesionalan,” demikian pernyataan REN TV.

4. Obama bin Laden Dead

Pada awal-awal berita Osama bin Laden diumumkan tewas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, banyak media yang salah ketik, menulis ‘Osama’ menjadi ‘Obama’. Hingga beberapa hari kemudian, wartawan Gedung Putih pun masih terpeleset menyebutkan Osama menjadi Obama. Hal ini terlihat dari transkrip dalam situs Gedung Putih saat press briefing para wartawan dengan juru bicara Gedung Putih Jay Carney, pada Selasa (3/5/2011) Waktu Timur Amerika Serikat.
Dalm transkrip lengkap itu, ada wartawan yang terpeleset menyebutkan Osama sebagai Obama. “Jay, just to follow up, how did Obama — excuse me, Osama bin Laden resist if he didn’t — if he didn’t have his hand on a gun, how was he resisting?” ujar wartawan yang bertanya pada Jay Carnay. Rupanya wartawan itu mempertanyakan, jika Osama kemudian diketahui tidak bersenjata saat operasi militer terjadi, bagaimana Osama bisa melawan. Namun Carney tak ambil pusing atas keseleo lidah itu dan tetap menjawab pertanyaan wartawan.
“Ya, itu informasi yang saya berikan pada Anda, pertama-tama, saya pikir perlawanan tidak selalu menggunakan senjata api. Tapi informasi yang sudah saya berikan pada Anda adalah apa yang saya dapat sampaikan. Saya yakin detil informasinya sedang disiapkan dan bisa dirilis,” jawab Carney. Sebelumnya, kabar tewasnya Osama beredar cepat di situs berita sejumlah media massa AS, Senin (2/5/2011) lalu disambung sejumlah stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan breaking news.
Nah, karena kemiripan nama Osama dan Obama itu, sejumlah televisi pun melakukan kesalahan fatal. Maksud hati ingin menulis Osama, namun karena salah ketik, justru yang tertulis nama Obama. Kesalahan pengetikan ini terjadi di televisi AS Fox News. Saat penyiar membacakan berita tewasnya Osama, di layar justru tertulis ‘Obama Bin Laden Dead’. Foto yang sempat diambil sejumlah pemirsa itu pun beredar di twitter dan menjadi olok-olok. Hingga kemudian tulisan itu diralat menjadi tulisan yang benar yakni ‘Osama Bin Laden Dead’.
Kecelakaan sebut karena buru-buru mengabarkan juga dilakukan oleh koresponsen MSNBC Norah O’Donnel. Dia menulis di Twitter bahwa ‘Obama’ telah terbunuh. “Obama tertembak dan tewas,” tulis Norah O’Donnel di Twitter, mengutip kepala koresponden NBC di Pentagon, Jim Miklaszewski, sebagai sumbernya. Rupanya hal ini bukan saja terjadi di media AS, di Indonesia pun demikian. Sebuah televisi nasional menyiarkan breaking news Osama tewas. Namun kesalahan penulisan terjadi. Di layar tertulis ‘AS Pastikan Obama Tewas’. Setelah sempat bertahan beberapa saat, redaksi televisi tersebut segera mengganti kesalahan ketik itu. Namun tak urung sejumlah pemirsa sempat mengambil gambar kesalahan ketik itu. Gambarnya pun ramai diperbincangkan di Twitter.

5. Acungkan Pistol Saat Debat

Seorang anggota parlemen Yordania terlibat keributan dengan seorang aktivis politik saat acara debat yang disiarkan langsung oleh stasiun TV Yordania. Bahkan, politikus bernama Mohammed Shawabka tersebut sempat melemparkan sepatu ke arah sang aktivis politik. Parahnya lagi, dia juga mengeluarkan pistolnya! Insiden ini terjadi ketika Shawabka tengah berdebat dengan aktivis bernama Mansour Sayf al-Din Murad mengenai sejumlah isu, termasuk soal krisis di Suriah. Ketika itulah perdebatan yang disiarkan secara langsung itu memanas.
Kedua pria tersebut saling mencela satu sama lain. “Anda agen Mossad,” kata yang satu. “Anda penjahat besar,” kata yang satunya lagi seperti dilansir News.com.au, Sabtu (7/7/2012). Kedua pria paruh baya itu tidak mempedulikan sang pembawa acara yang terus meminta mereka untuk tenang. Malah kemudian, sang anggota parlemen yang terlihat sangat marah, mencopot sepatunya dan melemparkannya ke lawan debatnya.
Akibat lemparan sepatu itu, meja di depan Murad, sang aktivis sampai terjatuh saat dia berupaya menghindar. Murad pun berdiri lalu mendatangi Shawabka yang telah mengeluarkan pistolnya. Shawabka sempat mendorong tubuh Murad sebelum pembawa acara maju untuk melerai kedua pria berpakaian jas tersebut. Sang politikus dan aktivis terus melemparkan kata-kata hinaan satu sama lain. Tampak bahwa pembawa acara berusaha keras untuk melerai kedua pria bertubuh besar itu. Adegan seru itu baru berakhir setelah pihak produser TV menghentikan siaran. Tidak diketahui bagaimana akhir keributan tersebut.