Ads 468x60px

http://1.bp.blogspot.com?-ss3vhDSkBpg/TvLOwDmUHxI/AAAAAAAAG9s/rxQCRvFleoY/s1600/top.png

Kamis, 11 Oktober 2012

Perbedaan Ninja dan Samurai

Filosofi ninja adalah meraih hasil maksimal dengan tenaga minimum. Muslihat dan taktik lebih sering dilakukan daripada konfrontasi langsung. Ninja tidak memiliki status mulia, sehingga ninja bebas melakukan apapun untuk mengatasi masalah, tanpa terikat oleh nama baik keluarga dan kehormatan. Samurai sangat terikat akan pengorbanan, tekad diri, dan kehormatan yang mesti dijunjung tinggi oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.


Lalu apa kelebihan masing-masing ?

Kita mulai dengan seorang ninja

1. seishin teki kyoyo (pemurnian jiwa)
ninja aliran tokakure sangat mengandalkan pengenalan jati diri. Seorang ninja harus mengetahui dengan tepat komitmen dan motivasi hidupnya. Dengan pemahaman dan penghayatan terhadap proses pematangan seorang ninja bisa menjadi seorang pendekar yang bijak. Keterlibatan ninja dalam pertarungan dimotivasi oleh alasan untuk melindungi. Tidak dibenarkan jika alasannya semata-mata hanya karena uang.

2. tai jutsu (bertarung dengan tangan kosong)
paduan dari ilmu daken taijutsu(pukul, tendng, tangkis), ju taijutsu(gumul, mencekik, meloloskan dari kuncian), taihen jutsu(gerak tanpa suara, berguling, melompat, cara jatuh). Keterampilan ini di perlukan pada situasi terancam atau bertahan

3. ninja ken (pedang ninja)
pedang ninja adalah pedang pedek lurus bermata tunggal. Pedang adalah senjata utama ninja. Untuk menggunakan pedang dituntut dua keahlian utama yaitu ilmu menarik pedang (dg kecepatan namun halus gerakannya ) sekaligus mengayun untuk memotong.

4. bo jutsu (jurus tongkat dan bilah)
ada 2 jenis tongkat, tongkat panjang sekitar 2 meter(bo) dan tongkat pendek sekitar satu meter(hanbo). Ada lagi senjata dari bilah bambu yang bila di buka di dalamnya ada mata pedang yang sekilas tampak seperti tongkat biasa.

5. shuriken jutsu (senjata lempar)
ilmu lempar berupa lempeng baja dengan mata tajam bersisi empat seperti bintang(senban shuriken) atau paku lempar(bo shuriken). Senban shuriken dilempar dengan cara dipuntir agar bisa menancap dan memberi efek gergaji. Bo shuriken dilempar bersamaan beberapa buah sehingga terlihat seperti kilatan jarum.

Anak panah, paku, pisau, dan cakram bintang tajam, secara kolektif dikenal sebagai shuriken, senjata rahasia ninja.
6. yari jutsu(jurus tombak)
tombak digunakan untuk pertarungan jarak sedang untuk menangkis dan meredam serangan lawan.

7. naginata jutsu(jurus pedang bertongkat)
pedang pendek yang gagangnya dibuat panjang seukuran tombak. Digunakan ninja untuk memotong lawan yang berada dalam jarak sedang. Bisa digunakan untuk menyerang samurai dan merobohkan tentara berkuda.

8. kusari gama (jurus rantai dan bandul)
berupa rantai sepanjang 2-3 meter yang diberi bandul pada salah satu ujungnya. Pada ujung yang lain dikaitkan pada gagang arit tradisional jepang. Rantai digunakan untuk menangkis serangan senjata lawan.sedangkan bilah arit digunakan untuk menghabisi lawan yang sudah terjerat. Senjata rantai dan bandul yang disukai oleh para ninja aliran togakure adalah kyoketsu yaitu belati lengkung yang gagangnya dipasangi tali halus dari rambut kuda dan ujung tali satu lagi diberi cincin baja besar.

9. henso jutsu (ilmu menyamar dan membaur)
ilmu ini sangat diperlukan pada saat spionase. Ninja membuat identitas palsu dan mengalihkan perhatian orang. Ninja juga bergerak tanpa bisa di lacak.

10. shinobi iri (ilmu mengintai dan menyusup)
ilmu ini mengajarkan bergerak tanpa suara dan bersembunyi di bawah bayangan.

11. ba jutsu
seorang ninja harus bisa bertempur di atas kuda selain menunggang kuda dengan baik di segala medan.

12. sui ren (ilmu tempur dalam air)
meliputi teknik mengintai dengan cara berenang, bergerak tanpa suara dalam air, cara menggunakan perahu khusus untuk mengapung dalam air, dan teknik perkelahian dalam air.

13. bo ryaku (ilmu strategi)
ilmu taktik yang tak lazim digunakan dalam kondisi bertahan atau pertarungan terbuka. Ninja sering memanfaatkan kondisi sekitarnya untuk melaksanakan tugasnya, tanpa banyak mengeluarkan energi.

14. cho ho (ilmu spionase)
ilmu mata-mata termasuk merekrut dan memakai orang yang digunakan sebagai mata-mata.

15. inton jutsu (teknik meloloskan diri dan menghilang)
ninja pandai meloloskan diri dengan memanfaatkan keadaan alam yang ada.

16. ten mon (meteorologi)
memanfaatkan cuaca juga merupakan senjata utama ninja. Sejak kecil mereka dilatih mengendalikan cuaca dari tanda-tanda alam yang kecil.

17. chi mon (geografi)
teknik pemanfaatan lahan.

Jelas… ninja dibekali kemampuan yang cukup lengkap sebagai seorang petarung ataupun sebagai mata-mata.

Sedang bagi samurai yang paling menonjol adalah kekuatan tekad dan rasa hormat. Kadang hal tersebut menjadi suatu kekuatan yang tidak terduga, sebagaimana pernah terjadi di jepang.


Ambil contoh kisah 47 ronin, yang mungkin belum luas diketahui di sini– walau dalam batas tertentu sebenarnya sudah menyusup di sejumlah karya seni modern, khususnya dari Barat. Latar cerita ini adalah masa ketika kasta samurai sedang bergulat untuk merawat makna keberadaan dirinya; pada awal 1700-an itu, saat Jepang telah disatukan di bawah kekuasaan shogun, ketika tak ada lagi perang tapi kemerosotan moral terjadi di mana-mana, samurai adalah kelas sosial yang kehilangan fungsi.

Lord Asano tergolong samurai yang lurus dalam masa seperti itu. Dia seorang daimyo, penguasa suatu wilayah semacam provinsi pada masa Edo (1603-1867), yang sulit menyembunyikan kebenciannya pada hal-hal yang tak disukainya. Pendirian ini menghadapkan dirinya kepada masalah ketika suatu saat dia harus berselisih dengan kepala protokol istana shogun yang korup, Kira Kozukenosuke Yoshinaka. Dia tak bisa menahan kesabarannya ketika Kira menghinanya menjelang upacara penyambutan terhadap utusan kaisar.

Karena dinyatakan bersalah menyerang (dan melukai) Kira dalam keadaan marah, dan melakukannya di istana shogun, suatu pelanggaran yang tak terkira terhadap undang-undang, Asano divonis melakukan seppuku. Kekayaan Asano juga disita. Hukuman yang tak adil ini, karena Kira justru melenggang bebas sekalipun dialah pemicu insiden itu, membuat berang para samurai yang mengabdi kepada Asano. Sebagian dari mereka sepakat untuk menuntut balas, sesuai ajaran Kong Hu Cu bahwa “tak seorang pun boleh hidup di bawah satu langit dengan pembunuh majikannya”.

Oishi, kepala para samurai Asano, mewakili tekad itu: “Aku tahu Lord Asano senantiasa menjaga kalian semua seperti aku juga tahu dia selalu menjagaku. Mari kita buat arwahnya bahagia– tidak sedih.”

Namun mereka baru berhasil mewujudkan balas dendam itu setahun kemudian, setelah bersabar menunggu waktu yang tepat dan bersusah payah hidup dalam penyamaran untuk menghindari intaian mata-mata Kira.

Pembunuhan terhadap Kira menempatkan pemerintah shogun dalam posisi sulit. Di kalangan pejabat istana timbul pro dan kontra. Tindakan para ronin, di satu sisi, sejalan dengan ajaran bushido (membalaskan kematian sang junjungan), tapi, di sisi lain, juga menantang kekuasaan shogun (tetap membalas dendam sekalipun sudah dilarang). Situasi problematik bagi Shogun Tokugawa Tsunayoshi, yang berkuasa waktu itu, bertambah dengan masuknya banyak petisi yang mendukung para ronin. Tapi Shogun tetap ingin hukum ditegakkan. Karena itu, dia akhirnya tetap menjatuhkan hukuman mati, memang tidak melalui eksekusi sebagaimana lazim dilakukan terhadap penjahat, melainkan dengan memerintahkan mereka untuk melakukan seppuku.

0 komentar:

Poskan Komentar